Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
190801
Today1513
Yesterday1471
This Week1513
This Month61289
All Days1908011
Home BUKR RS Deli Tua dan RS Grand Medistra Medan Terima Penyerahan Sertifikat Penetapan Kelas B
RS Deli Tua dan RS Grand Medistra Medan Terima Penyerahan Sertifikat Penetapan Kelas B

MEDAN– Sebagai pemberi pelayanan kesehatan yang paripurna, RS Deli Tua dan RS Grand Medistra Medan ikut menyumbangkan upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit melalui peningkatan fasilitas maupun pelayanan sesuai amanat Permenkes 340 tahun 2010. Atas peningkatan itulah diberikan sertifikat penetapan kelas B oleh Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan kepada kedua RS Swasta ini pada tanggal 14 Januari 2012.

 

Dirjen menyampaikan penetapan kelas RS merupakan kebijakan Pemerintah dalam upaya mengatur, memberikan perlindungan hukum, dan memacu profesionalisme serta effisiensi dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan khususnya di Rumah Sakit.”Rumah Sakit harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan praktek kedokteran sesuai dengan etika dan menjaga kepentingan dan perlindungan masyarakat dari malpraktek dokter dan Rumah Sakit yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Dirjen

Selain itu, RS dihadapkan pada tantangan internal eksternal dan dituntut untuk berperan aktif dalam melaksanakan MDGs dengan menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu dan memerangi HIV/AIDS, Malaria dan penyakit lainnya. Serta mampu melayani masyarakat terutama bagi masyarakat yang tidak mampu.

”Peningkatan harus diimbangi dengan kemampuan melayani masyarakat yang tidak mampu, jangan sampai menolak pasien terutama pasien tidak mampu, sisihkan keuntungan sebagai CSR (Corporate Social Responsibility) untuk kegiatan sosial yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, Yayasan dan seluruh komponen dalam RS,” jelas Dirjen.

Kepada kedua RS ini terimakasih atas kerja kerasnya dan pertahankan serta tingkatkan apa yang sudah ada ini, karena perkembangan Iptek maupun tehnologi kedokteran berkembang sangat pesat dan tidak pernah berhenti untuk itu janganlah pernah berhenti berinovasi dan berkarya.

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021--5277734 atau alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it