Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
198305
Today2036
Yesterday2180
This Week6988
This Month69873
All Days1983050
Home
Kemenkes Sidak RS Terkait Limbah Medis

JAKARTA – Kemenkes melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Pasar Rebo dan RS Mitra Keluarga Depok (07/05) terkait pemberitaan di media massa atas dugaan jual beli sampah medis.

Saat sidak di RSUD Pasar Rebo, Dirjen BUK dr. Supriyantoro didampingi Kadinkes DKI Jakarta memeriksa tempat penghancuran limbah medis dengan menggunakan incinerator untuk membakar limbah medis seperti jarum suntik, sampah residu kasa dan sarung tangan yang dibakar hingga menjadi abu.

Menurut Dirjen BUK, meskipun RSUD Pasar Rebo telah memiliki sistem pengolahan limbah, namun tidak menghilangkan kemungkinan dugaan terjadinya penyimpangan pengolahan limbah medis oleh oknum yang tidak bertanggungjawab

"Sebenarnya sudah ada aturan yang jelas mengenai pengolahan limbah tertuang dalam Kepmenkes No. 1204/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit. Selain itu perlu ditingkatkan pengendalian di internal RS dan juga pengawasan dan pembinaan Dinkes DKI Jakarta harus lebih ditingkatkan,”ungkap dr. Supriyantoro.

Dinkes DKI Jakarta mengakui meskipun sudah meraih ISO, namun masih terdapat kekurangan pada wadah kotak sampah sehingga akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya terutama alur dan prosedurnya.

Pemerintah akan melakukan teguran lisan, tertulis dan sanksi jika dalam pendalaman dan pemeriksaan lanjutan Dinkes DKI Jakarta, Rumah Sakit terbukti lalai dalam pengolahan limbah dan sampah medis.

Sementara itu, Direktur RS Mitra Keluarga Depok menyampaikan bahwa Rumah Sakit telah memiliki sistem pengolahan limbah cair, sedangkan pengolahan limbah padat dilakukan oleh pihak ketiga. Untuk sampah non infeksius Rumah Sakit bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Pertamanan Kota Depok.

Kemudian secara bersamaan dengan sidak Kemenkes, Balai Lingkungan Hidup telah melakukan pemeriksaan sampah pada setiap lantai dan kotak-kotak sampah di cek satu persatu. Dalam pemeriksaan itu, tidak ditemukan limbah medis bercampur dengan limbah domestik. Jadi limbah medis sejak awal hingga akhir sudah terpisah dari limbah domestik. RS Mitra Keluarga Depok merupakan rumah sakit pertama yang mendapat izin Walikota Depok dalam sistem penyimpanan sampah sementara.

”Urusan limbah rumah sakit tidak saja diawasi dan menjadi tanggung jawab jajaran kesehatan namun juga Kementerian Lingkungan Hidup beserta jajarannya dan instansi lain terkait. Kementerian Kesehatan menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Depok untuk melakukan pemeriksaan, pendalaman dan pembinaan terhadap pengolahan limbah medis rumah sakit,”kata Dirjen BUK.

**Berita ini disiarkan oleh Subbagian Hubungan Masyarakat Ditjen Bina Upaya Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon 021-5277734 atau alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it