Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
221392
Today1855
Yesterday3583
This Week22025
This Month1855
All Days2213928
Home BUKD SINERGI KEMENKES DAN ORGANISASI PROFESI DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN
SINERGI KEMENKES DAN ORGANISASI PROFESI DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN

JAKARTA – Keberhasilan melaksanakan pembangunan kesehatan sebagai upaya mewujudkan peningkatan mutu pelayanan kesehatan perlu didukung dengan peran aktif dari semua pelaku, salah satunya organisasi profesi terkait, karena itulah dilaksanakan pertemuan koordinasi Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan dengan Organisasi-organisasi profesi yang berlangsung tanggal 25 Nopember 2010 di Gedung Leimena Kementerian Kesehatan.

Kemenkes dihadapi tantangan dan isu terkini, antara lain mutu pelayanan Kesehatan di Indonesia masih dianggap di bawah standar kualitas pelayanan kesehatan global sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat; Jangkauan/Akses Pelayanan Kesehatan belum menjangkau seluruh penjuru tempat di Indonesia; Jumlah SDM Kesehatan terutama dokter spesialis masih belum mencukupi kebutuhan rakyat Indonesia, distribusi tidak merata, serta tantangan SDM Kesehatan Indonesia menghadapi SDM Asing; Perlu peningkatan mutu pelayanan dan pendidikan, penelitian di bidang klinis dan manajemen di RS; Perlunya peningkatan dan pengembangan fasilitas peralatan kedokteran di RS untuk mengikuti perkembangan teknologi kedokteran dan kebutuhan masyarakat dalam rangka menuju Pusat Pelayanan Unggulan sekaligus sebagai pusat kesehatan rujukan regional dan nasional; Beban pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan yang mutunya setara dengan negara-negara di dunia, juga untuk mengurangi tingginya jumlah Pasien yang mencari pengobatan ke luar negeri; Green Hospital merupakan pelayanan kesehatan di RS dengan memperhatikan pemeliharaan lingkungan sekaligus melindungi pasien, dokter, perawat dan seluruh staf RS dari bahaya kontaminasi limbah tersebut.

Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Kemenkes dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS menyampaikan dalam menghadapi tantangan tersebut Kementerian Kesehatan bersama organisasi profesi akan bersinergi meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan sarana dan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai untuk merespon dinamika karakteristik penduduk dan kondisi geografis.

Dirjen mengungkapkan dalam mencapai keberhasilan target pencapaian MDG’s di bidang kesehatan sampai dengan tahun 2015. Kementerian Kesehatan menerapkan strategi. “dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi dilaksanakan melalui program Patient Safety, Peningkatan Program PONEK di RS Kabupaten/Kota, Program RS Sayang Ibu dan RS Sayang Bayi, Program PONED di Puskesmas, dan Keluarga Berencana. Sedangkan memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya, dilaksanakan Peningkatan kemampuan teknis SDM Kesehatan di Rumah Sakit (DOTS-TB, PPI/PPI TB), Penanggulangan TB dengan strategi DOTS di RS Hospitals DOTS Linkage/HDL, Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi TB (PPI TB), dan Pengembangan Pelayanan HIV/AIDS di RS Rujukan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Keberhasilan pencapaian target tersebut di atas sangat dipengaruhi oleh kesiapan rumah sakit di tingkat pelayanan kesehatan rujukan,”ungkap Dirjen.

Di akhir penjelasannya, Dirjen berharap bahwa untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang merata dan menyeluruh maka diperlukan partisipasi semua pihak, terutama organisasi profesi yang perannya, melakukan pembinaan atas komplain masyarakat terhadap sikap dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Adanya link data antara organisasi profesi dengan Kemenkes agar pendataan lebih akurat (update). Peluang Tenaga Kesehatan Asing bekerja di Indonesia harus sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Undang-Undang. Serta membantu secara aktif dalam perencanaan kebutuhan peningkatan pelayanan kesehatan (Sarana, Prasarana, SDM dan Mutu). Humas