Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
231341
Today179
Yesterday3950
This Week19732
This Month100001
All Days2313412
Home Struktur Organisasi
SANTOSA HOSPITAL RAIH TERAKREDITASI JOINT COMMISSION INTERNASIONAL (JCI)

BANDUNG – Saat ini kita telah memasuki era globalisasi dan persaingan pasar bebas. Untuk itu diperlukan peningkatan mutu dalam segala bidang, termasuk mutu di rumah sakit menuju standar kualitas pelayanan global yang diakui secara Internasional. Di Indonesia tercatat dua Rumah Sakit yang telah terakreditasi JCI, antara lain Siloam Gleneagles Hospital Karawaci Banten dan Santosa Hospital Bandung.

Santosa Hospital menjadi rumah sakit pertama di Jawa Barat yang mendapatkan akreditasi dari Joint Commission International (JCI) yang berpusat di Amerika Serikat, dengan hasil yang menggembirakan yaitu tingkat kepatuhan terhadap standar internasional mencapai lebih dari 97%.

Akreditasi Rumah Sakit merupakan upaya peningkatan mutu yang harus dilaksanakan oleh RS. Sejak tahun 1993 telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan tentang standar pelayanan rumah sakit, dimana semua rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, wajib melaksanakan dan memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan. Dalam rangka pelaksanaan standar, Kementerian Kesehatan berkewajiban untuk memantau dan menilai serta mendorong rumah sakit untuk melaksanakan standar, sehingga mutu pelayanan rumah sakit dapat dipertanggung-jawabkan.

Dalam upaya mendukung peningkatan mutu rumah sakit, Pemerintah telah membuat kebijakan yang dituangkan dalam UU nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, dimana pada pasal 40 tercantum bahwa upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala, minimal 3 tahun sekali.

Selain itu, juga ada Peraturan Menteri Kesehatan No. 659 tahun 2009 tentang Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia, serta SK Menteri Kesehatan No. 1195 Tahun 2010 tentang Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Bertaraf Internasional. Semua peraturan tersebut menunjukkan betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap mutu pelayanan rumah sakit, sekaligus mengisyaratkan bahwa arah pengembangan mutu pelayanan rumah sakit adalah menuju kualitas pelayanan berstandar Internasional. Berdasarkan RPJMN Tahun 2010-2014, telah ditargetkan minimal lima rumah sakit yang terakreditasi secara Internasional.

Pemerintah tidak hanya mengembangkan undang-undang dan peraturan, melainkan juga melakukan perbaikan sistemnya, yaitu dengan memperbaiki sistem penyelenggaraan akreditasi, menuju akreditasi internasional.

Hal inilah yang disampaikan Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr,PH pada tanggal 18 Desember 2010, saat menghadiri Syukuran Keberhasilan Santosa Hospital Terakrediasi Internasional (JCI) dan peresmian perluasan ruang rawat inap khusus amal (Charity Ward) bagi peserta Jamkesmas dan Jamkesda, yang dihadiri Gubernur Jawa Barat, Walikota Bandung, dan Ketua DPR RI beserta jajarannya.

Tahun 2010, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik telah membentuk Pokja penyempurnaan akreditasi rumah sakit, yang bertugas melakukan penyusunan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Akreditasi RS, dengan mempersiapkan KARS untuk terakreditasi Internasional oleh Badan Akreditasi Internasional dan mempersiapkan model akreditasi baru. Pokja penyempurnaan akreditasi rumah sakit ini telah menyusun Standar Akreditasi Rumah Sakit yang saat ini sedang diuji-coba.

Diakhir sambutan Menkes menghimbau kepada Santosa Hospital, agar tetap berpartisipasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan terakreditasi Internasional dan dengan menambah sarana pelayanan bagi masyarakat yang kurang mampu hingga menjadi 52 tempat tidur. Diharapkan Santosa Hospital dapat menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan keselamatan dan kepuasan pasien. Humas