Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
164089
Today328
Yesterday3400
This Week9860
This Month44895
All Days1640890
Home Keperawatan Workshop Nasional Pengembangan Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit
Workshop Nasional Pengembangan Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit

 

BATAM - Workshop Nasional Keperawatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik, dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan RI dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS dan berlangsung pada 20-23 September 2011 di Sentra Pelatihan Keperawatan Bapelkes Batam. Kegiatan ini bersinergi dengan salah satu prioritas pembangunan kesehatan pada tahun 2010 -2014 yaitu Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan. “Sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan di rumah sakit, pelayanan keperawatan memiliki peran yang amat penting dan memiliki daya ungkit yang besar untuk mencapai tujuan pembangunan bidang kesehatan”, demikian pernyataan Dirjen BUK

Peserta workshop terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, Organisasi Perawat PPNI, himpunan seminat keperawatan, RS Vertikal Kementerian Kesehatan, RSUD, RS TNI dan POLRI, RS Khusus, dan RS Swasta dari berbagai provinsi seluruh Indonesia. Rapat Kerja skala nasional ini bertujuan antara lain menyepakati penerapan standar Pelayanan Keperawatan di RS, penyempurnaan Pedoman Bimbingan Teknis berjenjang dari Pusat, Provinsi, Kabupaten Kota dan RS, serta menyusun rencana tindak lanjut penerapan standar dan pedoman komite keperawatan sebagai komitmen bersama.

Memasuki era global dan liberalisasi, profesionalisme merupakan suatu instrumen yang unggul untuk memenangkan kompetisi dalam era pasar bebas tersebut. Untuk itu tenaga keperawatan harus menguasai kompetensi yang sesuai dengan peminatannya sehingga memiliki daya saing tinggi secara regional maupun global. Sejalan dengan hal tersebut, Workshop Nasional Pengembangan Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit diisi dengan beberapa materi yang bertujuan meningkatkan kompetensi dalam memberikan pelayanan keperawatan bermutu dan kelas dunia.

Materi workshop antara lain Kebijakan Pelayanan Kesehatan Kelas Dunia, Kebijakan Pelayanan Keperawatan Indonesia, Kesiapan Perawat Era Global, Supervisi Klinik Keperawatan, Kredensial Komite Keperawatan, dan Pengembangan Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit menuju kelas dunia. Kegiatan diawali dengan laporan ketua penyelenggara workshop yaitu Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik Kementerian Kesehatan, Suhartati, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep, SKM, M.Kes. Dalam kesempatan ini apresiasi diberikan oleh Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik kepada peserta workshop yang berjumlah 150 orang atas semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan berpartisipasi dalam workshop nasional ini serta arahan untuk mengedepankan pelayanan keperawatan profesional dengan sikap caring yang tercermin dalam pemberian asuhan keperawatan.

Kompetisi yang meningkat di era globalisasi menuntut pelayanan kesehatan yang memberi kemudahan dalam akses, keramahtamahan, harga bersaing, keterbukaan informasi dan kemasan yang baik. Perawat sebagai tenaga kesehatan dengan proporsi terbesar (40%) mempengaruhi kinerja sebuah rumah sakit ataupun pelayanan kesehatan secara langsung. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS dalam workshop nasional pengembangan pelayanan keperawatan.

Materi workshop yang tak kalah pentingnya untuk peningkatan kualitas pelayanan keperawatan adalah paparan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto tentang Kesiapan Perawat Era Global. Disampaikan bahwa dalam masyarakat modern yang menghendaki individuasi pelayanan, perawat berpeluang dalam pasar global melalui modern caring services. Melalui paparan ini pula teridentifikasi peran perawat masa depan yaitu menyediakan pelayanan paripurna berbasis promosi, preventif dan paliatif, berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam menyelenggarakan pelayanan berbasis kuratif, memberdayakan pasien dan keluarga dalam mencapai tujuan perawatan, serta meningkatkan akses pelayanan keperawatan melalui pemanfaatan teknologi. (Dityanwat)

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner