Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
231250
Today3219
Yesterday4237
This Week18822
This Month100001
All Days2312502
Home
Rapat Kerja Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan CISARUA.

Dalam rangka mendorong terwujudnya aparat pemerintah yang profesional, bersih, dan berwibawa, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) menyelenggarakan rapat kerja (raker) sebagai wujud pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan dalam mencapai misi dan tujuan organisasi yang pada akhirnya mewujudkan kesamaan persepsi dalam penerapan program pelayanan medik yang mengacu kepada Tugas Pokok dan Fungsi seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan dimana dalam menyelenggarakan tugasnya, Ditjen BUK melaksanakan tupoksi di bidang Bina Upaya Kesehatan Dasar, Bina Upaya Kesehatan Rujukan, Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik, Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan, dan Bina Kesehatan Jiwa serta pemberian bimbingan teknis, evaluasi dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal.

Raker secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan, dr. Supriyantoro, Sp.P,MARS pada tanggal 14 – 17 Oktober 2011 dengan mengangkat tema “Evaluasi Kinerja Ditjen Bina Upaya Kesehatan dan Perencanaan 2012”.

Pertemuan yang dihadiri oleh para pejabat struktural eselon I sampai IV kantor pusat dan para pimpinan UPT vertikal di lingkungan Ditjen BUK ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan kegiatan dan mengevaluasi program yang telah dilakukan serta adanya komitmen dan rencana tindak lanjut dalam pelaksanaan program masing-masing Direktorat.

Dalam laporan Sekretaris Ditjen BUK, dr. H. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes menyampaikan bahwa penyelenggaraan pertemuan ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi jajaran Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan dalam rangka evaluasi kegiatan tahun 2011 dan sinkronisasi – integrasi pelaksanaan program 2011-2014. Raker kali ini diisi dengan paparan tentang Program Perkembangan Pembangunan Kesehatan dalam Era Desentralisasi oleh dr. Krishnajaya, MS, dilanjutkan dengan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemeintah (LKPP), dan Strategi dalam Mencapai WTP oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kemudian dilanjutkan dengan panel diskusi dari Sekretariat, Direktorat dan para Direktur Rumah Sakit/Kepala Balai, Workshop E-Planning, dan diakhiri dengan diskusi kelompok yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu Kelompok Direktur Utama/Kepala Balai yang membahas kebijakan RS/ Balai, Kelompok Direktur SDM/Operasional yang membahas permasalahan SDM dan BMN, Kelompok Direktur Keuangan yang membahas kinerja keuangan termasuk realisasi WTP, dan Kelompok Perencanaan terkait e-planning.

Dirjen menyampaikan bahwa evaluasi kinerja merupakan kunci sukses dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat baik pelayanan dasar maupun pelayanan rujukan. Salah satu indikator meningkatnya mutu pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien dan provider. Untuk meningkatkan pencapaian kinerja Ditjen BUK maka dalam pelaksanaan program dan kegiatan Kantor Pusat dengan UPT Vertikal dan unit terkait lainnya wajib dilakukan koordinasi dan sinkronisasi. Selain itu, untuk memberikan gambaran terhadap pencapaian kinerja organisasi diperlukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh sehingga dapat diketahui baik tingkat keberhasilan maupun kelemahan/ kekurangannya.

Pada kesempatan ini, Dirjen mengingatkan bahwa dalam rangka mewujudkan kebijakan Kementerian Kesehatan RI tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) maka diharapkan kerjasama semua pihak untuk melakukan ”Gerakan Indonesia Bersih di lingkungan Rumah Sakit dan Puskesmas”. Disamping itu, pada saat ini kondisi SDM, sarana dan prasarana di Rumah Sakit, Balai Kesehatan dan Puskesmas dirasakan belum maksimal sehingga perlu dilakukan terobosan baik oleh Pusat maupun Daerah termasuk UPT Vertikal. Sehingga peningkatan SDM harus menjadi prioritas utama agar menumbuhkan kondisi pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin baik.

Satu langkah menuju WTP

Dalam rangka mewujudkan satu langkah menuju WTP 2012, diharapkan komitmen bersama dari para pejabat struktural dapat memberikan contoh tauladan kepada bawahan tentang pertanggungjawaban administrasi maupun kelengkapan dokumen fisik baik kegiatan Perjalanan Dinas maupun proses Pengadaan Barang/Jasa harus benar-benar mengikuti ketentuan yang berlaku yakni sesuai biaya riil – at cost. Realisasi kegiatan dan anggaran APBN 2011 termasuk penyerapan belanja barang/jasa melalui proses pengadaan, pada akhir bulan November 2011 ditargetkan dapat terserap 100% secara kumulatif. Hal ini dimaksudkan guna mencegah terjadinya disclaimer di lingkungan Ditjen BUK. Terkait dengan penyusunan kebijakan perencanaan program dan anggaran Ditjen Bina Upaya Kesehatan yang lebih baik, pada raker ini dipresentasikan tentang Aplikasi Software Electronic Planning melalui workshop E-Planning.

Dalam rapat kerja ini diharapkan dapat diketahui dengan jelas apa yang telah dilaksanakan Ditjen BUK selama ini. Apakah program yang dilaksanakan sesuai dengan tupoksi dan apakah program/ kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan strategis. Hal lain yang perlu diketahui adalah seberapa besar pencapaian kinerja organisasi termasuk penyerapan anggaran tahun 2011 dari target yang ditetapkan dan dibandingkan dengan realisasi 2 (dua) tahun sebelumnya. Pencapaian target, sasaran, outcome dan output kegiatan tahun 2011 diharapkan dapat terealisasi pada tahun-tahun mendatang. Terkait dengan hal tersebut perlu diketahui isu-isu strategis apa yang harus dihadapi dan juga langkah-langkah apa yang harus diambil guna tercapainya program dan kegiatan Ditjen BUK di masa yang akan datang termasuk langkah-langkah strategis menuju WTP 2012 dan Remunerasi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Ditjen BUK. Humas