Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
218565
Today105
Yesterday4046
This Week20144
This Month90732
All Days2185651
Home BUKR Akreditasi RS Tidak Terkait dengan Peningkatan Tarif
Akreditasi RS Tidak Terkait dengan Peningkatan Tarif

JAKARTA – Tujuh RS Pemerintah ditargetkan akhir tahun 2012 mencapai akreditasi Internasional oleh badan akreditasi JCI (Joint Commission International), diantaranya RSUP dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, RSUP Sanglah Denpasar, RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, RSUP Fatmawati Jakarta, RSUP H. Adam Malik Medan, RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dan RSPAD Gatot Subroto.

Akreditasi internasional penting dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit sesuai dengan standar International, sekaligus sebagai penyelamat devisa negara.

Berdasarkan data dari Bank Dunia tahun 2004, bahwa devisa Indonesia yang keluar untuk pasien yang berobat ke luar negeri sekitar Rp 70 triliun. Jumlah devisa itu diperkirakan bertambah hingga lebih dari Rp 100 triliun per tahun.

”Jumlah yang cukup signifikan, sehingga pemerintah merasa perlu untuk melakukan tindakan, oleh karena itu kita memotivasi tujuh RS Pemerintah untuk segera terakreditasi secara internasional agar pelayanannya sesuai dengan standar internasional sehingga dapat menekan laju pasien yang berobat ke luar negeri,” ungkap Dirjen BUK, dr. Supriyantoro.

dr. Supriyantoro mengungkapkan bahwa pasien yang berobat ke luar negeri bukan mencari rumah sakit yang memiliki gedung yang bagus tetapi karena pelayanan rumah sakit yang lebih bagus, seperti komunikasi hubungan dokter dengan pasien yang baik. Saat ini Kemenkes sedang berupaya meningkatkan pelayanan rumah sakit sesuai dengan standar internasional melalui akreditasi internasional.

Direktur BUK Rujukan, dr. Chairul Radjab Nasution menambahkan akreditasi ini menambah keuntungan bagi peningkatan pelayanan rumah sakit. Sebagai contoh, standar cuci tangan bagi para dokter, pemakaian masker bedah harus sesuai dengan ketentuan.

“Jadi jangan anggap enteng untuk cuci tangan tidak cukup untuk membasuh tangan dengan air dan sabun, tetapi sudah ada mekanisme yang mengatur cara mencuci tangan. Dengan akreditasi ini maka semua harus memenuhi standar ketentuan internasional,”tambah dr. Chairul.

Dirjen BUK menegaskan pemerintah menjamin akreditasi Internasional rumah sakit sebagai upaya peningkatan pelayanan rumah sakit kepada pasien dan tidak akan menaikkan tarif pelayanan.

”Akreditasi internasional untuk pelayanan rumah sakit tidak terkait dengan tarif,” kata dr. Supriyantoro.

**Berita ini disiarkan oleh Subbagian Hubungan Masyarakat Ditjen Bina Upaya Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon 021-5277734 atau alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it