Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
166267
Today548
Yesterday3337
This Week12757
This Month66682
All Days1662677
Home BUKD EVALUASI PROGRAM USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH (UKGS) INOVATIF DINAS KESEHATAN KOTA TARAKAN – KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2012
EVALUASI PROGRAM USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH (UKGS) INOVATIF DINAS KESEHATAN KOTA TARAKAN – KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2012 PDF

Pembangunan Kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seutuhnya termasuk di dalamnya adalah pelayanan kesehatan gigi dan mulut khususnya pada fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat termasuk di wilayah Kota Tarakan Kalimantan Timur. Di Kota Tarakan kunjungan pasien gigi dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang cukup significant. Pencabutan gigi masih menjadi kasus yang paling sering dilakukan di Puskesmas hal ini disebabkan karena perawatan gigi sejak dini tidak dilakukan dengan baik. Pendidikan kesehatan gigi sejak dini masih sangat rendah, masalah kesehatan gigi belum dianggap sebagai hal yang penting untuk diperhatikan.Masih tingginya kasus tersebut menjadikan tantangan tersendiri bagi kami tenaga kesehatan gigi di Kota Tarakan untuk melakukansebuah inovasi yang bertujuan memutuskan mata rantai kasus kerusakan gigi danmenurunkan angka kesakitan gigi.

Hal ini juga tidak lepas dari tujuan bersama kami insan kesehatan di Kota Tarakan yang dirumuskan dalam visi Dinas Kesehatan yaitu “Pelayan Setia dan Mitra Unggul Untuk Hidup Sehat” , sejak kami berkomitmen mengimplementasikan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, maka semua pihak harus terus melakukan perbaikan pelayanan kesehatan artinya secepat dan sedapat mungkin semua permasalahan kesehatan di Kota Tarakan bisa teratasi, sehingga status kesehatan masyarakat kota Tarakan semakin hari semakin baik, tidak terkecuali bagi pelayanan kesehatan gigi. Berdasarkan data sebelumnya usia anak sekolah memiliki kontribusi cukup tinggi pada kunjungan di Poli gigi dengan kasus kerusakan gigi yang mengakibatkan gigi tersebut harus dicabut dan analisa sementara, hal ini disebabkan karena pendidikan kesehatan gigi dan mulut sejak dini di masyakarat belum menjadi bagian penting.

Terkait dengan hal tersebut, maka Dinas Kesehatan Kota Tarakan bersama dengan petugas kesehatan gigi di Puskesmas melakukan perbaikan pada pelayanan kesehatan gigi anak sekolah dalam program Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Hal ini juga merupakan implementasi dari Perda No.4 Tahun 2010 Kota Tarakan pada pasal 44 dimana UKGS masuk dalam program wajib yang harus dilakukan oleh Puskesmas se Kota Tarakan yang masuk dalam pokok Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Perlu diketahui bahwa di Indonesia program UKGS telah dilaksanakan sejak tahun 1951, tetapi dampak program UKGS terhadap status kesehatan gigi murid sekolah dasar hingga saat ini belum memuaskan. Dan di lapangan ada permasalahan kejenuhan dan pesimis atas program UKGS dari tenaga kesehatan dan pihak sekolah. Sebagai wujud tindak lanjut dari upaya perbaikan yang akan dilakukan, maka pada tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Tarakan mempelopori program UKGS Inovatif yang berorientasi pada kegiatan preventif dengan menggunakan 2 (dua) prinsip tahap pencegahan, yaitu:

  1. Tindakan Promotif yang dalam pelaksanaannya terdiri atas dua yakni promotif yang bersifat masal dan promotif yang bersifat individual;
  2. Tindakan protektif, berupa “surface protection” dan tindakan awal mengatasi karies dengan teknik ART (Atraumatic Restorative Treatment ) yaitu upaya tepat guna yang tidak memerlukan sarana prasarana metoda dan tenaga yang kompleks.

Hasil yang diperoleh pada tahun 2011 ada 4662 murid SD yang datang ke Puskesmas untuk perawatan gigi dan jika dilihat dari data kunjungan pasien poli gigi tahun 2011 mengalami kenaikan karena dari hasil penjaringan, pasien yang mengalami kerusakan gigi dan harus dilakukan tindakan lebih lanjut dirujuk ke Puskesmas. Sebagai tahap awal tindak lanjut dari kegiatan tahun 2011, maka pada tahun 2012 Dinas Kesehatan Kota Tarakan fokuskan pada anak sekolah dasar kelas 1 di masing – masing wilayah kerja Puskesmas. Pertama melakukan survei atau pemeriksaan gigi kepada anak sekolah dasar kelas 1 Se Kota Tarakan sebanyak 3537 ( jumlah Sekolah SD/MI 60 )dari hasil survei akhirnya di dapat data kondisi kesehatan gigi anak sekolah dasar kelas 1. Bahwa keparahan gigi berlubang anak kelas 1 SD rata – rata memiliki 7 gigi berlubang. Untuk melihat sejauh mana progress pelaksanaan program tersebut, maka dilakukan kegiatan pertemuan Evaluasi Program UKGS Inovatif Dinas Kesehatan Kota Tarakan yang dilaksanakan pada tanggal 30 April – 1 Mei 2012 yang menghadirkan narasumber dari Jakarta yaitu Dr. drg. Irene Adyatmaka beliau adalah Peneliti Senior CHAMPS Universitas Indonesia. Dr. Irene Adyatmaka sudah mendampingi Dinas Kesehatan Kota Tarakan sudah mulai tahun 2010 pada tahap – tahap awal melakukan advokasi dan selalu membimbing serta mengevaluasi hasil kegiatan UKGS Inovatif di Kota Tarakan.

Dan untuk mengetahui mensimulasi resiko caries gigi dan memberi saran yang tailor-made (saran yang tepat) pada tiap anak, jadi saran ini tidak bersifat masal. Ini dilakukan dengan menggunakan software irene’s donut berdasarkan hasil penelitian yang tertuang dalam disertasi program doktor DR. Drg Irene Adyatmaka di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Jakarta (2008). Kegiatan ini diikuti oleh dokter gigi dan perawat gigi Puskesmas Se Kota Tarakan. Masing-masing Puskesmas melaporkan hasil kegiatan UKGS Inovatif dan capaian program UKGS Inovatif sampai dengan bulan April 2012 serta mengevaluasi langsung kegiatan di lapangan / di sekolah. Selain petugas kesehatan gigi, pada pertemuan ini juga menghadirkan Kepala Sekolah Dasar Se Kota Tarakan. Dalam pertemuan ini semua pihak terkait dalam pengembangan program UKGS Inovatif saling memberikan masukan demi keberhasilan bersama, termasuk dari pihak kepala sekolah dapat mengetahui hasil kegiatan yang telah dilakukan di sekolahnya, sehingga mereka mengetahui perkembangan kesehatan gigi dan mulut anak didiknya, serta menyampaikan kendala/ permasalahan dan harapan yang diinginkan. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Puskesmas ada 2642 murid kelas 1 SD dan 8105 gigi molar yang perlu di lakukan pelapisan (surface Protection).

Sampai dengan bulan Maret 2012 para tenaga kesehatan baik dokter gigi dan perawatan gigi di Puskesmas Kota Tarakan sudah melakukan surface protection kepada 1628 murid dan ± 6000 gigi molar. Tujuan dari surface protection ini adalah melapisi gigi agar tidak mudah berlubang, terutama gigi yang baru tumbuh seperti gigi geraham (gigi molar). Apa yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tarakan beserta tenaga kesehatan dan kerjasama dengan pihak sekolah menggambarkan adanya semangat baru untuk melakukan peningkatan pelayanan kesehatan gigi anak sekolah dengan menggunakan metode UKGS Inovatif yang sebelumnya lebih kepada konvensional, dimana pada perjalanannya sudah mengalami ke vakuman, kejenuhan, kebosanan dan arahan yang tidak jelas. Semangat dan kekompakan dalam melakukan kegiatan UKGS Inovatif ini tidak terlepas dari dukungan penuh Kepala Dinas kesehatan kota Tarakan dr.H.Khairul,M.Kes yang tanpa henti mengajak dan menyemangati untuk memperbaiki pelayanan hari ke hari, baik dari aspek materi (sarana prasarana) maupun in materi (regulasi dan kebijakan).

Program Kesehatan Gigi yang dilakukan oleh Tim Dinas Kesehatan Kota Tarakan dalam program penjaringan yang berorientasi pada kegiatan preventif perlu untuk dikembangkan sehingga menjadi sebuah sistem yang tidak hanya bergerak pada aktivitas oleh pemberi pelayanan tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat (Empowering Community) sebagai bentuk responsiveness bahwa masalah kesehatan gigi merupakan masalah bersama dan hanya bisa diatasi jika dilakukan bersama-sama sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Program yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Tarakan mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan RI khususnya Subdit Bina Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut maka sebagai bentuk apresiasinya, Dinas Kesehatan Kota Tarakan diikut sertakan dalam menyukseskan Konferensi/pertemuan UKGS tingkat ASIA di Bali tahun 2013. Ke depannya upaya-upaya promotif terkait dengan kesehatan gigi dan mulut perlu untuk terus digalakkan dan dikemas dalam bentuk yang komunikatif untuk bisa membangun budaya “gigi sehat mulut sehat dan badan sehat” yang selama ini belum menjadi bagian yang utuh di masyarakat dalam memandang masalah kesehatan. (drg. Indra R. Dharmawan, Subdit Bina Yankes Gilut)

 

 

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner