Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
165119
Today1270
Yesterday2032
This Week1270
This Month55195
All Days1651190
Home Keswa Calon TKI Wajib Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Jiwa
Calon TKI Wajib Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Jiwa

JAKARTA – Semakin meningkatnya kasus kekerasan terhadap TKI yang berpotensi timbulnya gangguan kesehatan jiwa (keswa), maka perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat sampai saat kembali ke daerah.

”Semua tindak kekerasan dan masalah keswa sangat berpengaruh kepada kondisi psikis TKI sehingga tentunya berdampak pada kualitas hidup yang dijalani, oleh karena itu Calon TKI wajib lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui ada tidaknya potensi gangguan jiwa dan prosedur pemeriksaannya sesuai dengan Perpres No. 64 Tahun 2011 tentang pemeriksaan Kesehatan dan Psikologi Calon TKI,”ungkap Direktur Bina Kesehatan Jiwa, dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS saat temu media (22/06).

Berdasarkan Perpres tersebut kegiatan pemeriksaan kesehatan Calon TKI ke luar negeri meliputi pemeriksaan kesehatan sebagai persyaratan umum dan khusus sesuai dengan permintaan negara tujuan penempatan dan penilaian kesehatan baik jasmani maupun mental. Sehingga nantinya Calon TKI dapat diketahui potensi intelegensinya, profil kepribadian, potensi kinerja dan manajerial serta potensi adanya masalah kejiwaan.

Pemeriksaan calon TKI dilakukan oleh sarana kesehatan yang telah mendapatkan penetapan dari Kementerian Kesehatan dengan biaya mandiri/PJTKI, untuk pemeriksaan psikologis oleh lembaga psikologi yang ditunjuk oleh Menakertrans, BNP2TKI dan HIMPSI.

Menurutnya, sebanyak 88 sarana kesehatan baik RS maupun Klinik yang tersebar di seluruh Indonesia dan 18 daerah yang paling banyak memberangkatkan TKI, diantaranya NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan.

Sedangkan ada 25 RS Rujukan bagi TKI Bermasalah yang memerlukan penanganan kesehatan, diantaranya RSUP H Adam Malik Medan; RSUD Dr. Pirngadi Medan; RSUD KH. Daud Aruief Kuala Tungkal, Jambi; RSUD Tanjung Pinang, Riau; RSUD Dumai Riau; RSUD Tanjung Balai Karimun, Kepri; RSU Otoritas Batam, Kepri; RSUP Persahabatan Jakarta; RSUD Cengkareng Jakarta; RSUD Koja Jakarta; RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta; RS Kepolisian Pusat Sukanto Jakarta; RS Jiwa Soeharto Herdjan Jakarta; RSUP Dr. Kariadi Semarang; RSUD Dr. Soetomo Surabaya; RSUD Dr. Soedarso Pontianak; RSUD Sanggau, Kalimantan Barat; RSUD Nunukan, Kalimantan Timur; RSUD Tarakan, Kalimantan Timur; RS Atma Husada, Samarinda, Kalimantan Timur; RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makasar; RSUD Mataram; RSUD Prof. Dr. WZ Johanes Kupang; RSUD Bau – Bau; dan Puskesmas Rawat Inap Entikong.

”Mengenai pembiayaan kesehatan bagi TKI Legal dengan gangguan kejiwaan biaya perawatan ditanggung oleh PJTKI dan bagi TKI Bermasalah biaya ditanggung oleh Pemerintah,”tambah dr. Diah.

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner