Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
190811
Today6
Yesterday1606
This Week1612
This Month61388
All Days1908110
Home BUKR RUMAH SAKIT BERGERAK DI KEPULAUAN ANAMBAS
RUMAH SAKIT BERGERAK DI KEPULAUAN ANAMBAS

Jemaja - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dengan anggarannya yang ada telah berusaha terus untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, melalui program-program, seperti Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah), diamana pemerintah membantu biaya transportasi dan seluruh biaya pengobatan bagi pasien yang dengan indikasi medis perlu dirujuk di luar Kabupaten Kepulauan Anambas, adapun rumah sakit yang menjadi pusat rujukan lanjutan adalah Rumah Sakit Islam Jakarta, Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Jakarta, Rumah Sakit Otorita Batam, Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, dan Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungpinang.

Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki 7 kecamatan sedangkan Rumah Sakit Lapangan hanya ada 1 buah, sehingga tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, untuk itu kita berupaya bagaimana kecamatan yang jauh dari Rumah Sakit Lapangan Palmatak yang belum memiliki Rumah Sakit dibangun Rumah Sakit Bergerak

Pada tahun 2006, di Kepulauan Anambas terdapat 4794 ibu hamil. Dan diharapkan, 90% diantaranya memeriksakan diri ke Tenaga Kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit atau bidan. Kenyataannya, di Kepulauan Anambas Barat pada tahun 2006, sebanyak 89,8 % ibu hamil melakukan pemeriksaan pertama. Sedangkan ibu hamil yang melakukan pemeriksaan yang keempat selama kehamilannya hanya 76,5%, di Kepulauan Anambas pada tahun 2006 hanya 79,3 % ibu bersalin ditolong oleh Tenaga Kesehatan. Sedangkan Deteksi Ibu hamil resiko tinggi oleh tenaga kesehatan sebanyak 13,1 %. Sementara itu, target nasional adalah 25 %.

Dengan dibangunnya Rumah Sakit Bergerak di Kecamatan Jemaja ini, diharapkan dapat memberikan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang selama ini pelayanan kesehatan rujukan hanya diberikan oleh Rumah Sakit Lapangan Palmatak, sekarang dengan adanya Rumah Sakit Bergerak di Kecamatan Jemaja, ini berarti di akan lebih mendekatkan lagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang didukung oleh tenaga Dokter Spesialis, Dokter Umum, Bidan, Perawat dan tenaga kesehatan lainnya, yang d utarakan oleh Drs. T. Mukhtaruddin selaku Bupati Kepulauan Anambas.

Peresmian Rumah Sakit Bergerak Kecamatan Jemaja, diresmikan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Yang di wakilakan oleh Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bapak dr.H. Chairul Rajab Nasution Sp,PD,KGEH,FINASIM, M,Kes. Dan menyampaikan bahwa Rumah Sakit Bergerak ini kedepan nya bukanlah bernama lagi Rumah Sakit Bergerak, melainkan Rumah Sakit Pratama. Rumah Sakit Pratama merupakan sarana pelayanan kesehatan yang terdepan dan berhadapan langsung dengan masyarakat. untuk itu Rumah Sakit Pratama di tuntut agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat setiap saat. Berdasarkan Undang-undang nomor 39 Tahun 2009 mengamanatkan bahwa setiap masyarakat berhak mendapatkan pelayanan Kesehatan untuk mencapai Indonesia Sehat 2025. kesehatan dan pendidikan merupakan menjadi tolak ukuran indeks pembangunan manusia (IPM) atau human development index.

**Berita ini disiarkan oleh Subbagian Hubungan Masyarakat Ditjen Bina Upaya Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon 021-5277734 atau alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it