Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
164460
Today1050
Yesterday2991
This Week13573
This Month48608
All Days1644603
Home Keperawatan Keperawatan Indonesia menuju Rumah Sakit Kelas Dunia
Keperawatan Indonesia menuju Rumah Sakit Kelas Dunia

BANDUNG – Perawat di Indonesia saat ini bekerja diberbagai fasilitas kesehatan, mulai dari Perawat pelaksana dan Perawat manager di rumah sakit maupun klinik. Perlu diketahui bahwa profesi Perawat adalah profesi yang paling banyak dikirimkan untuk bekerja di luar negeri sehingga hari ini, kuantitasnya jauh meninggalkan profesi lain dalam dunia kesehatan, seperti : Kedokteran, Farmasi, Kebidanan, dan lain-lain.

“Saya menyadari bahwa pelayanan keperawatan memiliki peran yang amat penting dan memiliki daya ungkit yang besar untuk mencapai tujuan menuju Rumah Sakit Kelas Dunia”, ujar Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik Kementerian Kesehatan, Suhartati, S.Kp., M.Kes, pada saat membuka kegiatan Workshop Nasional Keperawatan penyusunan strategi perawat Indonesia menuju Rumah Sakit Kelas Dunia.

Workshop Nasional yang bertemakan “Indonesian Nursing Strategies in Achieving World Class Hospital“ yang diselenggarakan di Kota Kembang Bandung selama 3 hari ini bertujuan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pelayanan keperawatan rumah sakit sehingga tercapai kepuasan pasien, dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Direktur Rumah Sakit, Ketua Umum PP PPNI, Dekan FIK / Ketua PSIK, Direktur Poltekkes, Akademi Perawat, STIKES dan narasumber dari pihak terkait.

RS Kelas Dunia adalah rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan, standar, dan kriteria serta telah disertifikasi oleh Badan Akreditasi RS bertaraf internasional. Indonesia saat ini telah memiliki KARS, dan telah dilaksanakan pula akreditasi versi 2012 yang telah link dengan JCI.

Di era pasar bebas dan liberalisasi, profesionalisme merupakan suatu instrumen yang unggul untuk memenangkan kompetisi dalam era pasar bebas tersebut. Untuk itu tenaga keperawatan harus menguasai kompetensi yang sesuai dengan peminatannya sehingga memiliki daya saing tinggi. Pelayanan keperawatan yang diberikan minimal sudah memenuhi standar nasional, didasari dengan evidence based practice dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Sangat besar peran dari keperawatan dalam menjamin keselamatan pasien dan harus lebih peka pada kebutuhan masyarakat agar pasien Indonesia tidak berobat keluar negeri, untuk itu kita harus lebih mengedepankan Customer Focus”, demikian yang disampaikan Dirjen BUK ketika memberikan paparannya dengan judul : Kebijakan Kementerian Kesehatan Dalam Pelayanan Kesehatan Kelas Dunia.

Pada hari pertama, workshop diisi dengan 3 paparan, yaitu paparan dari Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik Kementerian Kesehatan, Suhartati, S.Kp., M.Kes. Materi yang disampaikan mengenai Kebijakan Kemenkes dalam Pelayanan Kesehatan Kelas Dunia. Paparan dari Ns. Siti Komariah S.Kep MARS (Siloam Gleneagles) dengan judul Perilaku Caring Sebagai Kunci Pemberian Asuhan Keperawatan yang Excellence. Dan paparan dari drg. Sophie Hernawan (BUKR) dengan judul Persiapan Rumah Sakit Menuju Rumah Sakit Kelas Dunia.

Workshop hari kedua, paparan dari Rosa Dwi Sahati, S.Kep., Ners, MARS (Direktur Keperawatan RKZ Surabaya) dengan judul Peran dan Fungsi Komite Keperawatan, Credentialing Keperawatan, Clinical Priviledge & White Paper Keperawatan. Paparan dari Dirjen BUK, paparan Ibu Roswitha Hasan, S.Kp., MKes. (Tim Pengembang SP2KP PMK) yang berjudul Implementasi Integrasi MPK - SP2KP menuju RS Kelas Dunia dan paparan dari Ibu Ati Surya Mediawati, SKp., M.Kep (Kasubdit Bina Yanwat di RSU) dengan judul Rencana Strategis Keperawatan dan Tata Kelola SDM Keperawatan Menuju World Class Hospital.

Adapun pada hari ketiga paparan yang diberikan yaitu dari Pak Achmad Rizki Taufik (Kasubag PI Ditjen BUK) dengan judul Rancangan Impelentasi SIM Keperawatan Menuju RS Kelas Dunia, paparan dari Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, MARS (Sistem Informasi - FIK UI) dengan judul Optimalsisasi Kinerja Sistem Infromasi Manajemen Keperawatan Berbasis Model “SIMPRO” dan ditutup dengan diskusi penyusunan Blue Print evaluasi pelayanan keperawatan menuju World Class Hospital.

Besar harapan dengan diadakannya Workshop Nasional ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tahap implementasi, perbaikan dan pengembangan pelayanan kesehatan kelas dunia diharapkan menjadi daya ungkit besar terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

**Berita ini disiarkan oleh Sub Bagian Hubungan Masyarakat, Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner