Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
204769
Today313
Yesterday3302
This Week10849
This Month54356
All Days2047691
Home
Peresmian Bethsaida Hospital Serpong

Jakarta – Peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit perlu terus dilakukan sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Pelayanan di rumah sakit harus dilaksanakan sesuai standar pelayanan minimal rumah sakit, standar profesi, dan standard operating procedure atau SOP. Oleh karena itu, akreditasi rumah sakit sangat penting untuk menilai apakah pelayanan suatu rumah sakit telah sesuai standar atau belum.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, SpA. MPH, saat meresmikan Rumah Sakit Bethsaida Serpong, Tangerang (12/12). Acara tersebut dihadiri Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan, dr. H. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Presiden Direktur PT Anugerah Hospitalindo Serpong, Direktur Utama RS Bethsaida Serpong.

Dalam sambutannya Menkes menyatakan bahwa guna meningkatkan dan mengembangkan pelayanan rumah sakit yang optimal dan bermutu, maka self assessment, peningkatan etos kerja, dan peningkatan keselamatan pasien sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang No. 44 Tahun 2009, tentang Rumah Sakit harus mendapat perhatian sungguh-sungguh di rumah sakit.

Menurut Menkes Pemerintah sedang mengembangkan world class health care dengan mengembangkan beberapa rumah sakit agar dapat terakreditasi secara internasional. Upaya ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit di Tanah Air agar bertaraf internasional, menjawab tantangan dan menyikapi masih banyaknya orang Indonesia yang berobat ke luar negeri. Selain itu juga diarahkan untuk mengembangkan wisata kesehatan atau health tourism di Indonesia, seperti kegiatan pariwisata yang diintegrasikan dengan akses pelayanan kesehatan, baik untuk berobat maupun untuk medical check up. Diharapkan kelak rumah sakit Bethsaida Serpong terus meningkatkan pelayanannya agar dapat terakreditasi secara internasional.

Menurut Komisaris Paramounth Group, Elizabeth Sindoro, Bethsaida Hospital adalah RS baru yang letaknya strategis karena berada diantara kawasan besar yaitu BSD, Karawaci dan Gading Serpong dan telah mempersiapkan diri melayani 40.000 masyarakat di sekitarnya sehingga dapat melengkapi fasilitas di lingkungan kota mandiri Gading Serpong berupa sarana kesehatan dan menjadi pusat rujukan rumah sakit lainnya. Dibangun di atas lahan 12.000 m2 saat ini yang baru digunakan seluas 8.900 m2 dan menghabiskan dana 400 milyar rupiah di luar tanah adapun kelebihan tanah akan disediakan untuk perluasan hospital dimasa yang akan datang sebagai peran serta dalam menunjang program di sektor kesehatan yaitu BPJS. Keberadaannya merupakan peran serta Paramount Group dalam menunjang kegiatan pemerintah dari sektor swasta untuk membrikan pelayanan yang bermutu pada masyarakat.

RS Bethsaida Hospital didukung oleh manajemen yang handal dan berpengalaman, dokter yang bertanggung jawab serta tenaga medis dan paramedis yang kompeten dibidangnya juga dilengkapi dengan fasilitas medis yang mutakhir, rawat inap dengan kapasitas 200 TT, rawat jalan 43 poliklinik, ruang isolasi, ICU, ICCU, HCU, PICU, NICU serta layanan emergency 24 jam.

**Berita ini disiarkan oleh Sub Bagian Hubungan Masyarakat, Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it