Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
205522
Today173
Yesterday3644
This Week18378
This Month61885
All Days2055220
Home BUKR Menkes Soft Opening Rumah Sakit Pusat Otak Nasional
Menkes Soft Opening Rumah Sakit Pusat Otak Nasional

JAKARTA – Permasalahan kesehatan otak dan saraf semakin hari semakin meningkat ditambah lagi pola hidup yang tidak sehat, proporsi Usia Harapan Hidup yang semakin tinggi sehingga memicu pergeseran pola epidemiologi penyakit masyarakat dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Seperti kasus stroke sekitar 15% dengan tingkat kecatatan mencapai 65% penyebab kematian utama di RS (Persi, 2009). Selain itu, berdasarkan laporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010, sebanyak 1.520 orang (2,73%) dari pasien rawat inap di Rumah Sakit meninggal dunia akibat stroke.

”Peningkatan prevalensi kasus stroke menjadi ancaman serius, karena selain mengakibatkan menurunkan quality of life penderitanya, belum lagi penyakit lainnya pada otak dan sistem neurologi lainnya seperti kasus neuro-infeksi, tumor otak dan medula spinalis, penderita kejang dan epilepsi, serta kecacatan pada anak baru lahir atau gangguan pada perkembangan fungsi Otak dan Saraf, sehingga penanganan dan kasus ini harus dilakukan secara komprehensif,” ungkap dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH saat soft opening RS Pusat Otak Nasional (1/02).

Penyelengaraan pelayanan penyakit otak dan sistem saraf (neurologi) merupakan kegawatdaruratan neurologi yang membutuhkan diagnosis, manajemen kasus, rehabilitasi dan pencegahan baik primer maupun sekunder. Pengendalian kasus otak dan sistem saraf harus dilakukan secara menyeluruh, terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan.

Untuk itu, pendirian rumah sakit otak harus dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan kesehatan serta sumber daya manusia dengan kompetensi dan kualifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan layanan dan perkembangan IPTEK Kedokteran sehingga dapat memberikan pelayanan kasus otak dan sistem saraf (neurologi) secara optimal. Mampu memberikan layanan pengobatan dan layanan rehabilitasi yang terbaik sesuai keunggulannya, tentunya, tidak mengesampingkan upaya promotif dan preventif sesuai dengan prinsip “paradigma sehat” Kementerian Kesehatan.

Pada kesempatan itu, Menkes mengharapkan keberadaan RS Pusat Otak Nasional mampu memberikan citra positif rumah sakit pemerintah di mata masyarakat, dari yang semula “diabaikan” karena dianggap tidak dapat memberikan pelayanan yang memuaskan, menjadi rumah sakit yang “Terkenal dan Paling Dicari” karena mampu memberikan Pelayanan yang berkualitas tinggi, bernilai patient oriented/costumer care dan mampu bersaing dengan rumah sakit di berbagai negara maju.

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it