Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
198903
Today167
Yesterday2572
This Week12972
This Month75857
All Days1989034
Home BUKR Perluas Pusat Transplantasi Ginjal di Indonesia
Perluas Pusat Transplantasi Ginjal di Indonesia

JAKARTA – Gangguan fungsi ginjal menjadi permasalahan utama kesehatan masyarakat Indonesia. Diperkirakan 25 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan fungsi ginjal karena hipertensi dan diabetes. Saat ini dari 70.000 kasus ginjal tahap akhir di Indonesia, 10% diantaranya menjalani hemodialisa dan sampai tahun 2010 baru sekitar 600 kasus yang menjalani transplantasi ginjal.

Transplantasi ginjal merupakan pilihan utama untuk pengobatan bagi pasien gagal ginjal kronik. Namun, pusat transplantasi ginjal di Indonesia masih sangat terbatas, karena belum lengkapnya fasilitas yang dimiliki oleh rumah sakit dan SDM yang belum terlatih.

Demikianlah yang disampaikan Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan, dr. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACP, M.Kes saat pembukaan Workshop Peningkatan Pusat-Pusat Transplantasi Ginjal di Indonesia dalam rangka menyongsong BPJS Kesehatan (21/2).

Sebagai pelayanan dengan biaya mahal, transplantasi ginjal dan hemodialisis diharapkan masuk dalam manfaat paket jaminan kesehatan BPJS, termasuk obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan.

dr. Chairul Radjab menyampaikan selain memperjuangkan paket manfaat tersebut, hal lain diupayakan dengan memperluas jaringan pusat transplantasi ginjal di beberapa wilayah Indonesia yang dapat menjadi percontohan dan rujukan bagi rumah sakit lain di Indonesia.

Perluasan jaringan tersebut, diantaranya RSCM Jakarta, RSUP Fatmawati Jakarta, RS Cikini Jakarta, RSPAD Gatot Subroto Jakarta, RSHS Bandung, RSUP dr. Kariadi Semarang, RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, RS Panti Rapih Yogyakarta, RS Akademik UGM Yogyakarta, RSUD dr. Soetomo Surabaya, RSUD Malang, RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, RSUD Margono Soekarjo Banyumas Purwokerto, RSUD Moewardi Solo, RSUP H. Adam Malik Medan, RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang, RSUP dr. Djamil Padang, RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSUP Prof. Dr. Kandou Manado dan RSUP Sanglah Denpasar.

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it