Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
189736
Today1741
Yesterday1955
This Week3696
This Month50638
All Days1897360
Home
Ditjen BUK Sosialisasikan SIMRS Generik Open Source

Bandung – Mengingat masih rendahnya pelaporan dari RS dan masih sedikitnya RS yang menggunakan SIMRS karena mahalnya biaya pengembangan IT maka Ditjen Bina Upaya Kesehatan menawarkan salah satu solusi untuk hal tersebut dengan membuat Sistem Informasi Manajemen RS Generik Open Source (SIMRS GOS) yang sangat dimungkinkan untuk dikembangkan dan disesuaikan oleh masing-masing rumah sakit, demikian sambutan Sekretaris Ditjen BUK yang dibacakan oleh Ketua Pokja IT RS Vertikal Dr. Achmad Soebagiyo T, MARS pada acara Pertemuan Koordinasi IT RS Vertikal.

Open Source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keunggulannya adalah bahwa open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi (sumber : Wikipedia).

Untuk mendapatkan SIMRS GOS Ditjen BUK ini disyaratkan RS sudah mempunyai infrastruktur IT (Jaringan, Komputer dan Server) dan SDM yang akan dilatih. Selain itu RS diharuskan mengajukan permohonan kepada Sesditjen BUK yang akan ditindaklanjuti kunjungan tim Pusat untuk melihat kesiapan infrastruktur di RS.

Pertemuan Koordinasi IT RS Vertikal ini merupakan forum bagi praktisi TIK di Rumah Sakit Vertikal dan Kantor Pusat Ditjen BUK untuk berbagi pengalaman dan menambah wawasan dalam pengembangan TIK yang terkoordinir dan terarah. Pertemuan ini direncanakan akan menjadi agenda rutin tiap tahunnya, dimana dalam setiap pertemuan nantinya akan membahas isu-isu terbaru perihal perkembangan Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) yang dapat di adaptasi di rumah sakit maupun di Kantor Pusat Ditjen Bina Upaya Kesehatan RI.

Dalam kesempatan ini dipaparkan mengenai Pemanfaatan Jaringan VPN (Virtual Private Network) yang telah dipasang di setiap RS Vertikal oleh Pusdatin Kemkes RI, Standarisasi Sistem Informasi Manajemen RS untuk Menyediakan Pelayanan Kesehatan di Indonesia yang Berorientasi Pengguna oleh Prof. Suhono Harso Supangkat, CGEIT konsultan dari ITB.

Pertemuan ini ditutup dengan focus grup discussion (FGD) mengenai IT Mandiri di RS, Standarisasi SIMRS, dan Persiapan RS menyongsong BPJS dimana hasil FGD ini diharapkan menjadi kesepakatan dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti bersama dalam rangka pengembangan IT di Rumah Sakit maupun Kantor Pusat Ditjen Bina Upaya Kesehatan.

**Berita ini disiarkan oleh Subbagian Hubungan Masyarakat Ditjen Bina Upaya Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon 021-5277734 atau alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it