Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
190508
Today59
Yesterday1597
This Week11422
This Month58364
All Days1905086
Home
KONSOLIDASI PENERAPAN STANDAR DAN PEDOMAN ASUHAN KEBIDANAN TAHUN 2010

Kementerian Kesehatan mempunyai Visi yang tertuang dalam Renstra Kementerian Kesehatan ”Masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan” dengan 4 Misinya, antara lain :

  1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat termasuk swasta dan masyarakat madani. 
  2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan. 
  3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan. 
  4. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

Pencapaian pembangunan kesehatan pada tahun 2009 berdasarkan hasil SDKI 2007, adalah :

  1. Meningkatnya umur harapan hidup (UHH) dari 68.6 tahun menjadi 70.5 tahun. 
  2. Menurunnya angka kematian bayi ( AKB ) dari 35 menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup. 
  3. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan ( AKI ) dari 307 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup . 
  4. Menurunnya prevalensi gizi kurang pada Balita dari 25.8 % menjadi 21,9%. 

Upaya dalam mencapai sasaran pembangunan kesehatan terutama AKI dan AKB sudah banyak dilakukan antara lain, Program Safe Motherhood yang berfokus pada Persalinan oleh tenaga kesehatan, Penanggulangan Komplikasi, mencegah kehamilan yang tidak di inginkan dan penanganan komplikasi keguguran. Dalam pelaksanaan Safe Motherhood di fokuskan pada penurunan AKI dan AKB dengan strategi Making Pregnancy Saver ( MPS ) antara lain :

  1. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan Ibu dan Anak di tingkat Dasar dan Rujukan. 
  2. Membangun kemitraan yang efektif. 
  3. Mendorong pemberdayaan perempuan keluarga dan masyarakat. 
  4. Meningkatkan Sistem surveilans, Monitoring dan informasi KIA dan Pembiayaan. 

Upaya penurunan AKI dan AKB dengan Program MPS dilakukan melalui pelayanan Obstetri dan Neonatal Essensial, Pelayanan persalinan yang berkualitas dan Deteksi dini kasus risiko tinggi. Penanganan kegawatdaruratan dan komplikasi, antara lain :

 

  • • Pertolongan Pertama ke Gawat Daruratan Obstetri Neonatal (PPGDON) di tingkat Polindes, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di tingkat Puskesmas dan Pelayanan Obstetri Emergensi Komprehensif (PONEK) di tingkat Rumah Sakit. 
  • • Menyediakan minimal 4 Puskesmas PONED di setiap Kabupaten/Kota dan menyediakan 1 Pelayanan PONEK 24 jam di Rumah Sakit Kabupaten/Kota. 

Melalui Pengelolaan pelayanan rujukan Obstetri & Neonatal Dasar dan Konprehensif (PONED & PONEK) Rumah Sakit dan Puskesmas diharapkan bisa menjadi lembaga dimana kasus rujukan diharapkan dapat di atasi dengan cepat dan tepat..

Salah satu upaya Akselerasi penurunan AKI dan AKB dalam mendukung program MDG’s yang dilakukan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, melalui Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan adalah menyusun standar dan pedoman asuhan kebidanan . Pada tanggal 23 Agustus 2010 di Batam diadakan Rapat Konsolidasi Penerapan Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan yang dihadiri oleh Bidan Supervisor / Koordinator Rumah Sakit Vertikal Dirjen Bina Pelayanan Medik dan Bidan Koordinator Dinas Kesehatan Propinsi, untuk mendengarkan pemaparan pengalaman dari Propinsi yang sudah menerapkan, menjadikannya sebagai pelajaran dan merencanakan untuk mengaplikasikannya di daerah masing-masing. Standar dan Pedoman Asuhan Kebidanan telah di ujicoba dan diterapkan di Rumah Sakit yang menyelenggarakan PONEK di 16 Propinsi. Pembukaan acara (kiri ke kanan) Kandinkes Propinsi Kepulauan Riau dr.Achmad Budi Anto,MM ., Sesditjen Bina Yanmedik DR. dr. Sutoto, M.Kes, Direktur Bina Pelayanan Keperawatan Suhartati,S.Kp.M.Kes, Kasubdit Bina Yan Keperawatan Kebidanan Dra. Nurjasmi, M.Kes.

Pelayanan kebidanan adalah bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan, dilakukan secara mandiri, kolaborasi , konsultasi dan rujukan yang mencakup pelayanan kesehatan reproduksi, remaja, pra nikah,hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, balita sehat, pelayanan KB, psimonopause pada kasus normal dan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di semua fasilitas kesehatan.

Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting dan strategis dalam penurunan AKI dan AKB, memberikan pelayanan yang berkesinambungan dan paripurna, berfokus pada aspek pencegahan melalui pendidikan kesehatan dan konseling, promosi kesehatan, pertolongan persalinan normal dengan berlandaskan kemitraan dan pemberdayaan perempuan, serta melakukan deteksi dini pada kasus – kasus rujukan.

Pelayanan kebidanan dilaksanakan pada berbagai jenjang tatanan pelayanan sesuai dengan sistem pelayanan kesehatan yang ada, mulai dari tingkat primer, sekunder, dan tersier yang tersusun dalam suatu mekanisme rujukan timbal balik. Pelayan kebidanan yang bermutu memerlukan ketersediaan bidan dalam jumlah dan kualitas yang memadai, terdistribusi secara merata, serta dimanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna, sehingga dapat diselenggarakan pelayanan kebidanan sesuai dengan kebutuhan seluruh tatanan pelayanan kesehatan. Humas