Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

News Flash

FORMULARIUM NASIONAL

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 328/MENKES/SK/VIII/2013 TENTANG FORMULARIUM NASIONAL

Link Download FORMULARIUM NASIONAL




Dalam rangka pendataan data dasar RS yang telah teregistrasi atau memiliki kode RS diharapkan untuk melakukan Updating melalui RS Online melelui www.buk.depkes.go.id

Link RS Online




SE No. HK.03.03/III/1397/2013 tentang Kewaspadaan Kasus Middle East Respiratory Coronavirus

Link Download




contoh surat-surat palsu

**Download Contoh Surat Palsu**




eMonevBUK

Bagi Satker yang belum melaporkan realisasi DAK triwulan II dimohon untuk segera mengisi melalui eMonevBUK. Pelaporan DAK Triwulan II akan ditutup bulan 1 Oktober 2013

Visitors Counter

Mulai Tanggal 11 Oktober 2010
165843
Today2579
Yesterday3043
This Week8512
This Month62437
All Days1658432
Home
PENYUSUNAN RENCANA AKSI DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK TAHUN 2010 – 2014

Bogor - Rencana aksi merupakan break down dari Rencana Strategis Kementerian Kesehatan. Fokus utama dalam perencanaan dan anggaran tahun 2011 diantaranya adalah untuk World Class Health Care, Puskesmas di DPTK dan kegiatan inovatif yang mendukungnya, fliying health care, RS bergerak untuk pelayanan kesehatan rujukan di DPTK serta pemenuhan gaji untuk Kantor Pusat dan UPT vertikalnya, demikianlah sambutan dari Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik (dr. H. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes) pada pembukaan Penyusunan Rencana Aksi Ditjen Bina Pelayanan Medik yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 6 s/d 8 Oktober 2010 di Bogor,
yang didampingi oleh Kepala Bagian Program dan Informasi (G.K. Wirakamboja, SKM, MPS)

Arah Kebijakan dan Strategi di lingkungan Kementerian Kesehatan sangat berubah dibandingkan lima tahun yang lalu. Program Bina Pelayanan Medik dan Bina Kesehatan Masyarakat telah berubah dengan mengacu pada perkembangan penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Penataan kembali struktur organisasi ini agar terjadi peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan baik di tingkat primer, sekunder dan tersier. Fokus di tahun 2011 membutuhkan target indikator keluaran, capaian saat ini dan kegiatan yang akan dilakukan serta berapa kebutuhan anggaran yang tersedia harus segera ditetapkan.

Penyusunan formulasi anggaran khusus untuk pembagian anggaran tugas pembantuan mempunyai beberapa pendekatan dan pertimbangan dalam pembagian alokasi anggaran ke daerah, diantaranya adalah berdasarkan usulan yang disampaikan daerah, historical budgeting, political approach maupun melalui formulasi anggaran. Pendekatan pembagian alokasi menggunakan formulasi anggaran diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menghindari terjadinya negative behavior dari pembuat kebijakan atau pelaksana kebijakan.

Formula anggaran yang diharapkan dalam pembagian anggaran dapat lebih transparan dan akuntabel, berkeadilan, justifikasi lebih jelas dan secara politis dapat diterima, meskipun dalam penyusunan formula tersebut terkesan lebih rumit dan tidak mudah dimengerti, membutuhkan data dasar yang valid dan up to date serta dengan rumusan matematis yang panjang.

Harapan dari Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik menyatakan bahwa pertemuan ini akan membantu dalam membuat formula anggaran, sehingga dapat segera diaplikasikan untuk pembagian alokasi tugas pembantuan T.A. 2011 dengan mengacu prioritas kegiatan Ditjen Pembinaan Upaya Kesehatan. Humas

 
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner